Selasa, 15 Oktober 2019

BAB 4 "ACTIVITY ON ARROW"


MANAJEMEN KONSRUKSI
Ir. Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.

ACTIVITY ON ARROW
            pada Blog  ini akan dibahas mengenai perencanaan penjadwalan dengan metode jaringan kerja Activity on Arrow. Setelah I mempelajari bab ini, diharapkan mampu:
1.Menjelaskan pengertian metode jaringan kerja
2.Menyebutkan cara membuat metode jaringan kerja Activity on Arrow
3.Membuat penjadwalan dengan metode jaringan kerja Activity on Arrow
4.Menyebutkan cara menghitung durasi proyek pada metode jaringan kerja Activity on Arrow
5.Menghitung durasi proyek pada metode jaringan kerja Activity on Arrow
6.Membuat lintasan kritis pada metode jaringan kerja Activity on Arrow.

A. Penjadwalan Metode Jaringan Keria
            Melaksanakan suatu proyek adalah proses mengubah masukan (input) yang berupa kegiatan dan sumber daya menjadi keluar (output) seperti yang sudah ditentukan. Metode jaringan kerja, menurut Istimawan Dipohusodo, merupakan cara grafis untuk menggambarkan kegiatan-kegiatan dan kejadian yang diperlukan untuk mencapai tujuan proyek. Jaringan menunjukkan susunan rogis antar kegiatan, hubungan timbal balik antara pembiayaan dan waktu penyelesaian proyek, dan berguna dalam merencanakan urutan kegiatan yang saling tergantung dihubungkan dengan waktu penyelesaian proyek yang diperlukan (Dipohusudo, 1996).
            Ada beberapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu dalam membuat metode iaringan kerja (Callahan 1992), yaitu:
1.Menentukan Aktivitas/Kegiatan
            Langkah pertama dalam membuat penjadwalan waktu adalah memecah seluruh lingkup pekerjaan proyek menjadi kegiatan- kegiatan yang lebih kecil. Tujuannya adalah agar setiap pekerjaan dapat terkontrol dengan baik oleh manajer proyek sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.
2.Menentukan Durasi Aktivitas/Kegiatan
            Durasi aktivitas pada proyek konstruksi bergantung pada hal-hal berikut ini
·      Jumlah pekerjaan.
·      Jenis pekerjaan.
·      jenis dan jumlah sumber daya yang tersedia untuk digunakan.
·       Apakah pekerjaan akan diselesaikan dalam satu shiff,banyak shiff atau lembur.
·      Lingkungan yang memengaruhi pekerjaan
·      Metode konstruksi.
·      Batas waktu proyek.
            Durasi aktivitas merupakan suatu perkiraan. Tidak terlalu penting apakah durasinya tepat, yang lebih dipentingkan adalah bahwa durasi yang dibuat untuk setiap aktivitas masuk akal.
3.Mendeskripsikan Aktivitasi Kegiatan
            Kebanyakan dari deskripsi ini dibuat dengan menggunakan singkatan karena ruang dalam menuliskan deskripsi tersebut sangat terbatas. Penyingkatan ini juga membantu mempercepat pemasukan data-data dalam pembuatan penjadwalan, baik dengan menggunakan komputer maupun ditulis tangan.
4. Menentukan Hubungan yang Logis.
            Setelah menentukan kegiatan dan durasi, langkah berikutnya dalam membuat penjadwalan jaringan kerja adalah mengatur kegiatan-kegiatan tersebut sehingga setiap aktivitas dapat disajikan secara logis. Bagaimana setiap aktivitas dihubungkan satu dengan lainya disebut hubungan logis.

B.Metode Activity On Arrow (AOA)
            Metode AOA ini dibentuk dari anak-anak panah dan lingkaran. Anak panah mewakili kegiatan-kegiatan proyek, sedangkan lingkaran, atau node, mewakili event atan kejadian. Node pada bagian awal anak panah (ekor) disebut node "I", sedangkan node pada bagian kepala anak panah disebut node "J". Terminologi yang digunakan dalam metode AOA dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.   Aktivitas : sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari proyek
2.   Event : titik signifikan selama waktu proyek. Sebuah event bisa saja merupakan waktu yang mana suatu aktivitas diselesaikan atau waktu yang mana aktivitas-aktivitas seluruhnya selesai.
3.   Activitas “Dummy” : adalah aktivitas buatan dengan nol durasi yang hanya menggambarkan hubungan prosedur diantara kegiatan kegiatan.

C. Metode Jalur Kritis
            jalur kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai pada kegiatan terakhir proyek (Soeharto, 1995). Jalur kritis penting artinya bagi para pelaksana proyek karena pada jalur ini terletak kegiatan-kegiatan yang pelaksanaan harus tepat waktu, selesai juga tepat waktu. Jika terjadi keterlambatan, maka akan menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan. Sebelum membuat jalur kritis dalam metode penjadwalan jaringan kerja AOA, haruslah diketahui terlebih dahulu cara perhitungan durasi proyek yang terbagi dalam hitungan maju dan hitungan mundur.

D.Total Float dan Free Float
            Float total ini dimiliki bersama oleh semua kegiatan yang ada pada jalur yang bersangkutan. Hal ini berarti bila salah satu kegiatan telah memakainya, maka float total yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain yang berada pada jalur tersebut adalah sama dengan float total semula, dikurangi bagian yang telah terpakai. Di samping Total Float, dikenal jtga Free Float (FF) atart Float Bebas. FF terjadi bila semua kegiatan pada jalur yang bersangkutan mulai seawal mungkin. Besarnya FF suatu kegiatan sama dengan sejumlah waktu di mana penyelesaian kegiatan tersebut dapat ditunda tanpa memengaruhi waktu mulai paling awal dari kegiatan berikutnya (Soeharto, 1995). Dengan kata lain, float bebas dimiliki oleh satu kegiatan tertentu, sedangkan float total dirniliki oleh kegiatan-kegiatan yang berada di jalur yang bersangkutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METDE SCHEDULE PROYEK DAN TIME SCHEDULE

1. Metode Schedule Proyek a. Definis Secara umum setiap proyek pasti membutuhkan suatu penjadwalan atau schedule dalam tahapan phase peren...