MANAJEMEN
KONSRUKSI
Ir.
Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.
ACTIVITY ON ARROW
pada Blog ini akan dibahas mengenai perencanaan
penjadwalan dengan metode jaringan kerja Activity
on Arrow. Setelah I mempelajari bab ini, diharapkan mampu:
1.Menjelaskan pengertian metode jaringan
kerja
2.Menyebutkan cara membuat metode
jaringan kerja Activity on Arrow
3.Membuat penjadwalan dengan metode jaringan
kerja Activity on Arrow
4.Menyebutkan cara menghitung durasi proyek
pada metode jaringan kerja Activity on
Arrow
5.Menghitung durasi proyek pada metode
jaringan kerja Activity on Arrow
6.Membuat lintasan kritis pada metode
jaringan kerja Activity on Arrow.
A.
Penjadwalan Metode Jaringan Keria
Melaksanakan suatu proyek adalah
proses mengubah masukan (input) yang berupa kegiatan dan sumber daya menjadi
keluar (output) seperti yang sudah ditentukan. Metode jaringan
kerja, menurut Istimawan Dipohusodo, merupakan cara grafis untuk menggambarkan
kegiatan-kegiatan dan kejadian yang diperlukan untuk mencapai tujuan proyek.
Jaringan menunjukkan susunan rogis antar kegiatan, hubungan timbal balik antara
pembiayaan dan waktu penyelesaian proyek, dan berguna dalam merencanakan urutan
kegiatan yang saling tergantung dihubungkan dengan waktu penyelesaian proyek
yang diperlukan (Dipohusudo, 1996).
Ada beberapa hal yang harus dilakukan
terlebih dahulu dalam membuat metode iaringan kerja (Callahan 1992), yaitu:
1.Menentukan Aktivitas/Kegiatan
Langkah pertama dalam membuat
penjadwalan waktu adalah memecah seluruh lingkup pekerjaan proyek menjadi
kegiatan- kegiatan yang lebih kecil. Tujuannya adalah agar setiap pekerjaan
dapat terkontrol dengan baik oleh manajer proyek sesuai dengan perencanaan yang
telah dibuat.
2.Menentukan Durasi Aktivitas/Kegiatan
Durasi aktivitas pada proyek
konstruksi bergantung pada hal-hal berikut ini
· Jumlah
pekerjaan.
· Jenis
pekerjaan.
· jenis
dan jumlah sumber daya yang tersedia untuk digunakan.
· Apakah pekerjaan akan diselesaikan dalam
satu shiff,banyak shiff atau lembur.
· Lingkungan
yang memengaruhi pekerjaan
· Metode
konstruksi.
· Batas
waktu proyek.
Durasi aktivitas merupakan suatu
perkiraan. Tidak terlalu penting apakah durasinya tepat, yang lebih
dipentingkan adalah bahwa durasi yang dibuat untuk setiap aktivitas masuk akal.
3.Mendeskripsikan Aktivitasi Kegiatan
Kebanyakan dari deskripsi ini dibuat
dengan menggunakan singkatan karena ruang dalam menuliskan deskripsi tersebut
sangat terbatas. Penyingkatan ini juga membantu mempercepat pemasukan data-data
dalam pembuatan penjadwalan, baik dengan menggunakan komputer maupun ditulis
tangan.
4. Menentukan Hubungan yang Logis.
Setelah menentukan kegiatan dan
durasi, langkah berikutnya dalam membuat penjadwalan jaringan kerja adalah
mengatur kegiatan-kegiatan tersebut sehingga setiap aktivitas dapat disajikan
secara logis. Bagaimana setiap aktivitas dihubungkan satu dengan lainya disebut
hubungan logis.
B.Metode
Activity On Arrow (AOA)
Metode AOA ini dibentuk dari
anak-anak panah dan lingkaran. Anak panah mewakili kegiatan-kegiatan proyek,
sedangkan lingkaran, atau node, mewakili event atan kejadian. Node pada bagian
awal anak panah (ekor) disebut node "I", sedangkan node pada bagian
kepala anak panah disebut node "J". Terminologi yang digunakan dalam
metode AOA dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Aktivitas
: sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari proyek
2. Event
: titik signifikan selama waktu proyek. Sebuah event bisa saja merupakan waktu
yang mana suatu aktivitas diselesaikan atau waktu yang mana aktivitas-aktivitas
seluruhnya selesai.
3. Activitas
“Dummy” : adalah aktivitas buatan dengan nol durasi yang hanya menggambarkan
hubungan prosedur diantara kegiatan kegiatan.
C.
Metode Jalur Kritis
jalur kritis terdiri dari rangkaian
kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai pada kegiatan terakhir
proyek (Soeharto, 1995). Jalur kritis penting artinya bagi para pelaksana
proyek karena pada jalur ini terletak kegiatan-kegiatan yang pelaksanaan harus
tepat waktu, selesai juga tepat waktu. Jika terjadi keterlambatan, maka akan
menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan. Sebelum membuat
jalur kritis dalam metode penjadwalan jaringan kerja AOA, haruslah diketahui
terlebih dahulu cara perhitungan durasi proyek yang terbagi dalam hitungan maju
dan hitungan mundur.
D.Total
Float dan Free Float
Float total ini dimiliki bersama oleh
semua kegiatan yang ada pada jalur yang bersangkutan. Hal ini berarti bila
salah satu kegiatan telah memakainya, maka float total yang tersedia untuk
kegiatan-kegiatan lain yang berada pada jalur tersebut adalah sama dengan float
total semula, dikurangi bagian yang telah terpakai. Di
samping Total Float, dikenal jtga Free Float (FF) atart Float Bebas. FF terjadi
bila semua kegiatan pada jalur yang bersangkutan mulai seawal mungkin. Besarnya
FF suatu kegiatan sama dengan sejumlah waktu di mana penyelesaian kegiatan
tersebut dapat ditunda tanpa memengaruhi waktu mulai paling awal dari kegiatan
berikutnya (Soeharto, 1995). Dengan kata lain, float bebas dimiliki oleh satu
kegiatan tertentu, sedangkan float total dirniliki oleh kegiatan-kegiatan yang
berada di jalur yang bersangkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar