Selasa, 15 Oktober 2019

BAB 6 "PRECEDENCE DIAGRAMMING METHOD (PDM)"


 MANAJEMEN KONSRUKSI
Ir. Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.

PRECEDENCE DIAGRAMMING METHOD (PDM)         
            Metode lain yang merupakan bagian dari penjadwalan jaringan kerja adalah metode Diagram Preseden atau lebih dikenal dengan Precedence Diagramming Method (PDM).

A. Pengertian Metode PDM
            Precedence Diagramming Method (PDM) mempakan salah satu teknik penjadwalan yang termasuk dalam teknik penjadwalan Network Planing atau Rencana Jaringan Kerja. Berbeda dengan AOA yang menitik beratkan kegiatan pada anak panah, PDM menitik beratkan kegiatan pada node sehingga kadang disebut juga Activity on Node.
            Ada beberapa perbedaan antara Activity on Ayrow (AOA), AON dengan PDM, yaitu sebagai berikut:
·         Pada AOA, kegiatan ditampilkan dengan anak panah, sedangkan AON dan PDM menggunakan node. Anak panah menunjukkan hubungan lgos antara kegiatan.
·         Pada AOA bentuk node adalah lingkaran, sementara pada AON dan PDM bentuk node adalah persegi panjang.
·         Ukuran node pada AON dan PDM lebih besar dari node AOA karena berisi lebih banyak keterangan.
·         Metode perhitungan AOA dan PDM sedikit berbeda.
            Dalam Precedence Diagramming Method, aktivitas atau kegiatan dituniukkan dengan nodes yang berbentuk kotak dan berukuran besar. Di dalam node tersebut biasanya diisikan hal-hal sebagai berikut.
1. Durasi.
2. Nomor kegiatan atau aktivitas.
3. Deskripsi aktivitas.
4. ES, EF, LS, LF.
5. Float yang terjadi.

B.  Hubungan Logika dalam PDM
            Aktivitas pada node AON dan PDM memiliki "sisi mulai" pada sebelah kiri node dan "sisi selesai" pada sebelah kanan node. Pada AON/PDM, baik anak panah dimulai atau berakhir pada "sisi mulai" atau "sisi selesai" tidak menjadi masalah. Karena pentingnya "sisi" node pada PDM, maka metode ini menggunakan kepala anak panah untuk menuniukkan arah hubungan antar kegiatan seperti halnya dengan AON. Berlawanan dengan hal tersebut, PDM, menggunakan  empat hubungan logis di antara aktivitas-aktivitasnya.
Keempat hubungan logis tersebut, yaitu:
l. Finish to Stan (FS).
2. Start to Sraz (SS).
3. Finish to Finish (FS)
4. Star to Finish (SF).

C. Perhitungan Maju dan Mundur pada PDM
1.      Perhitungan Maju pada PDM
              Tuiuan dari perhitungan maju pada PDM adalah untuk rnenentukan waktu mulai paling awal (eady stan) yang terjadi. Misalnya, berapakah Es pada suatu aktivitas atau kegiatan  yang mungkin dimulai atau berakhir? untuk membuat perhitungan maju dibutuhkan data kurun  waktu aktivitas atau durasi. Ketentuan dalam perhitungan maju adalah sebagai berikut:
·      Angka terkecil yang dapat terjadi padar ES adalah nol. Jadi, akfivitas pertama vang dibuat ES_nya adalah nol.
·      Aktivitas EF adalah aktivitas ES dijumlahkan dengan durasinva EF:ES+D
·      Nilai ES pada kegiatan berikutnya clidapatkan dengan menambahkan lag pada anak panah dengan nilai EF pada kegiatan sebelumnya sesuai dengan hubungan logis di antara kegiatan tersebut.
2.   Perhitungan Mundur pada PDM
Perhitungan mundur diselesaikan dengan menghitung durasi dari kanan ke kiri diagram. Pada saat melakukan perhitungan rnundur, maka kotak Late start dan late finish akan terisi. Langkah perhitungan mundur adalah sebagai berikut:
o  Nilai terbesar yang mungkin terjadi untuk LS atau LF adalah nilai durasi proyek.
o  Nilai LS adalah LF dikurangi durasi kegiatan.
o  Nilai LF pada kegiatan sebelurn didapat dari nilai LS dikurangi lag pada anak panah pada kegiatan sesudah.

D. Lintasan Kritis
           Jalur dan lintasan kritis pada PDM mempunyai sifat yang sama pada metode jaringan kerja AOA yaitu:
1.   waktu mulai paling awal dan akhir harus sama
ES=LS
2.   waktu selesai paling awal dan akhir harus sama
EF=LD
3.   kurun waktu kegiatan adalah sama dengan perbedaan waktu selesai paling akhir dengan waktu mulai paling awal
LF-ES=D
4.   bila hanya sebagian dari kegiatan bersifat kritis, maka kegiatan tersebut secara utuh dianggap kritis.

E.  Kegunaan PDM
        PDM sangat berguna pada saat menyajikan kegiatan-kegiatan konstruksi yang berulang,atau repetitif, seperti pada proyek pembangunan gedung bertingkat ataupun jalan raya. Metode ini mampu membuat model dari kegiatan-kegiatan yang saling bertumpuk tanpa harus membagi kegiatan-kegiatan tersebut. Penambahan hubungan antar kegiatan dapat dilakukan pada PDM dan dapat mengarahkan penjadwal untuk berasumsi bahwa hasil jadwal akan lengkap dan akurat. Kegagalan dalam mempertimbangkan hubungan dalam membuat penjadwalan akan membuat sebuah PDM menjadi setidak akurat penjadwalan derrgarr barchatT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METDE SCHEDULE PROYEK DAN TIME SCHEDULE

1. Metode Schedule Proyek a. Definis Secara umum setiap proyek pasti membutuhkan suatu penjadwalan atau schedule dalam tahapan phase peren...