MANAJEMEN KONSRUKSI
Ir.
Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.
PRECEDENCE
DIAGRAMMING METHOD (PDM)
Metode lain yang merupakan bagian
dari penjadwalan jaringan kerja adalah metode Diagram Preseden atau lebih
dikenal dengan Precedence Diagramming Method (PDM).
A. Pengertian Metode PDM
Precedence Diagramming Method (PDM)
mempakan salah satu teknik penjadwalan yang termasuk dalam teknik penjadwalan
Network Planing atau Rencana Jaringan Kerja. Berbeda dengan AOA yang menitik beratkan
kegiatan pada anak panah, PDM menitik beratkan kegiatan pada node sehingga
kadang disebut juga Activity on Node.
Ada beberapa perbedaan antara
Activity on Ayrow (AOA), AON dengan PDM, yaitu sebagai berikut:
·
Pada AOA, kegiatan ditampilkan dengan
anak panah, sedangkan AON dan PDM menggunakan node. Anak panah menunjukkan
hubungan lgos antara kegiatan.
·
Pada AOA bentuk node adalah lingkaran,
sementara pada AON dan PDM bentuk node adalah persegi panjang.
·
Ukuran node pada AON dan PDM lebih besar
dari node AOA karena berisi lebih banyak keterangan.
·
Metode perhitungan AOA dan PDM sedikit
berbeda.
Dalam Precedence Diagramming Method,
aktivitas atau kegiatan dituniukkan dengan nodes yang berbentuk kotak dan
berukuran besar. Di dalam node tersebut biasanya diisikan hal-hal sebagai
berikut.
1. Durasi.
2. Nomor kegiatan atau aktivitas.
3. Deskripsi aktivitas.
4. ES, EF, LS, LF.
5. Float yang terjadi.
B. Hubungan Logika dalam PDM
Aktivitas pada node AON dan PDM
memiliki "sisi mulai" pada sebelah kiri node dan "sisi
selesai" pada sebelah kanan node. Pada AON/PDM, baik anak panah dimulai
atau berakhir pada "sisi mulai" atau "sisi selesai" tidak
menjadi masalah. Karena pentingnya "sisi" node pada PDM, maka metode
ini menggunakan kepala anak panah untuk menuniukkan arah hubungan antar kegiatan
seperti halnya dengan AON. Berlawanan dengan hal tersebut, PDM,
menggunakan empat hubungan logis di
antara aktivitas-aktivitasnya.
Keempat hubungan logis tersebut, yaitu:
l. Finish to Stan (FS).
2. Start to Sraz (SS).
3. Finish to Finish (FS)
4. Star to Finish (SF).
C. Perhitungan Maju dan Mundur pada
PDM
1.
Perhitungan Maju pada PDM
Tuiuan
dari perhitungan maju pada PDM adalah untuk rnenentukan waktu mulai paling awal
(eady stan) yang terjadi. Misalnya, berapakah Es pada suatu aktivitas atau
kegiatan yang mungkin dimulai atau
berakhir? untuk membuat perhitungan maju dibutuhkan data kurun waktu aktivitas atau durasi. Ketentuan dalam
perhitungan maju adalah sebagai berikut:
· Angka
terkecil yang dapat terjadi padar ES adalah nol. Jadi, akfivitas pertama vang
dibuat ES_nya adalah nol.
· Aktivitas
EF adalah aktivitas ES dijumlahkan dengan durasinva EF:ES+D
· Nilai
ES pada kegiatan berikutnya clidapatkan dengan menambahkan lag pada anak panah
dengan nilai EF pada kegiatan sebelumnya sesuai dengan hubungan logis di antara
kegiatan tersebut.
2. Perhitungan
Mundur pada PDM
Perhitungan
mundur diselesaikan dengan menghitung durasi dari kanan ke kiri diagram. Pada
saat melakukan perhitungan rnundur, maka kotak Late start dan late finish akan
terisi. Langkah perhitungan mundur adalah sebagai berikut:
o Nilai
terbesar yang mungkin terjadi untuk LS atau LF adalah nilai durasi proyek.
o Nilai
LS adalah LF dikurangi durasi kegiatan.
o Nilai
LF pada kegiatan sebelurn didapat dari nilai LS dikurangi lag pada anak panah
pada kegiatan sesudah.
D. Lintasan Kritis
Jalur
dan lintasan kritis pada PDM mempunyai sifat yang sama pada metode jaringan
kerja AOA yaitu:
1. waktu
mulai paling awal dan akhir harus sama
ES=LS
2. waktu
selesai paling awal dan akhir harus sama
EF=LD
3.
kurun waktu kegiatan adalah sama dengan
perbedaan waktu selesai paling akhir dengan waktu mulai paling awal
LF-ES=D
4.
bila hanya sebagian dari kegiatan bersifat
kritis, maka kegiatan tersebut secara utuh dianggap kritis.
E. Kegunaan PDM
PDM sangat berguna pada saat menyajikan
kegiatan-kegiatan konstruksi yang berulang,atau repetitif, seperti pada proyek
pembangunan gedung bertingkat ataupun jalan raya. Metode ini mampu membuat
model dari kegiatan-kegiatan yang saling bertumpuk tanpa harus membagi
kegiatan-kegiatan tersebut. Penambahan hubungan antar kegiatan dapat dilakukan
pada PDM dan dapat mengarahkan penjadwal untuk berasumsi bahwa hasil jadwal
akan lengkap dan akurat. Kegagalan dalam mempertimbangkan hubungan dalam
membuat penjadwalan akan membuat sebuah PDM menjadi setidak akurat penjadwalan
derrgarr barchatT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar