Selasa, 15 Oktober 2019

BAB 7 "KURVA S DAN ARUS KAS RENCANA "


MANAJEMEN KONSRUKSI
Ir. Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.

KURVA  S DAN ARUS KAS RENCANA       
            Perencanaan dan pengendalian biaya dapat direpresentasikan dengan Kurva S dan pembuatan Arus Kas (Cashflow) rencana.
A.    Pengertian Kurva S
            Kurva S adalah hasil plot dan Barchafi, bertujuan untuk mempermudah melihat kegiatan-kegiatan yang masuk dalam suatu jangka waktu pengamatan progres pelaksanaan proyek (Callahan, 1992).
kegunaan dari Kurva S adalah sebagai berikut :
1.Untuk menganalisis kemajuan/progres suatu proyek secara keseluruhan.
2.Untuk mengetahui pengeluaran dan kebutuhan biaya pelaksanaan proyek.
3.Untuk rnengontrol penyimpangan yang terjadi pada proyek dengan mernbandingkan kurva S   rencana dengan kurva S actual (Iman Soeharto, 1998).

B.     Langkah Pembuatan Kurva S
            LangkahJangkah yang harus dilakukan dalam membuat sebuah kurva S Rencana menurut Bachtiar Ibrahim, adalah sebagai berikut (Ibrahim, 1993).
1.   Mencari o/o Bobot Biaya Setiap Pekeriaan
            Bobot pekerjaan didefinisikan besarnya pekerjaan siap dibandingkan dengan pekerjaan siap seluruhnyadan  dinyatakan dalam bentuk persen (Ibrahim 2008).
2.   Membagi o/o Bobot Biaya Pekeriaan
            pada Durasi Setelah bobot didapatkan, maka ditempatkan pada kolom bobot di barchart yang tersedia. Bobot yang didapat dibagi dengan durasi pekerjaan/kegiatan sehingga didapat bobot biaya untuk setiap periodenya.
3.   Menjumlahkan o/o Bobot Biaya Pekeriaan pada Setiap Lajur Waktu
            Berikutnya adalah menjumlahkan bobot biaya sesuai dengan kolom lajur waktu dan hasilnya ditempatkan pada bagian bobot biaya di bagian bawah barchart.
4. Membuat Kumulatif dari o/o Bobot Biaya Pekerjaan pada Lalur o/o Kumulatif Bobot Biaya
            Bobot biaya dikumulatifkan untuk mengetahui progress .Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui progres biaya proyek yang nantinya akan digunakan untuk  Arus Kas Rencana proyek.
5.Membuat Kurva S Berdasarkan o/o Kumulatif Bobot Biaya
            Langkah terakhir adalah membuat Kutva S dengan mengacu pada kumulatif bobot sebagai absis dan periode/waktu sebagai ordinat.

C.    Arus Kas
Arus kas akan menjelaskan keluar masuknya uang selama pelaksanaan proyek konsntruksi dan juga sebagai alat memperkirakan kondisi keuangan pada masa mendatang. Arus uang yang masuk dan keluar menandakan adanya suatu kegiatan yang harus diupayakan keseimbangannya. Bila salah satu berhenti, maka kegiatan proyek juga akan berhenti, atau bisa saia berhenti sementara, baik disengaja ataupun tidak disengaja, selagi masih pada batas kemampuan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Misalnya, tertundanya uang masuk, apabila masih dapat diatasi rnaka tidak akan mengganggu jalannya kegiatan. Namun, arus kas harus selalu diupayakan sedemikian rupa agar kondisi keuangan tidak merugi atau defisit.
            Dalam membuat arus kas diketahui unsur utama yang terbagi menjadi dua bagian :
1. jadwal penerimaan
2. jadwal pengeluaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METDE SCHEDULE PROYEK DAN TIME SCHEDULE

1. Metode Schedule Proyek a. Definis Secara umum setiap proyek pasti membutuhkan suatu penjadwalan atau schedule dalam tahapan phase peren...