MANAJEMEN
KONSRUKSI
Ir.
Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.
KURVA
S DAN ARUS KAS RENCANA
Perencanaan dan pengendalian biaya
dapat direpresentasikan dengan Kurva S dan pembuatan Arus Kas (Cashflow)
rencana.
A.
Pengertian
Kurva S
Kurva S adalah hasil plot dan
Barchafi, bertujuan untuk mempermudah melihat kegiatan-kegiatan yang masuk
dalam suatu jangka waktu pengamatan progres pelaksanaan proyek (Callahan,
1992).
kegunaan dari Kurva S adalah sebagai
berikut :
1.Untuk menganalisis kemajuan/progres suatu
proyek secara keseluruhan.
2.Untuk mengetahui pengeluaran dan
kebutuhan biaya pelaksanaan proyek.
3.Untuk rnengontrol penyimpangan yang terjadi pada
proyek dengan mernbandingkan kurva S rencana
dengan kurva S actual (Iman Soeharto, 1998).
B.
Langkah
Pembuatan Kurva S
LangkahJangkah yang harus dilakukan
dalam membuat sebuah kurva S Rencana menurut Bachtiar Ibrahim, adalah sebagai
berikut (Ibrahim, 1993).
1. Mencari
o/o Bobot Biaya Setiap Pekeriaan
Bobot pekerjaan didefinisikan
besarnya pekerjaan siap dibandingkan dengan pekerjaan siap seluruhnyadan dinyatakan dalam bentuk persen (Ibrahim
2008).
2. Membagi
o/o Bobot Biaya Pekeriaan
pada Durasi Setelah bobot didapatkan,
maka ditempatkan pada kolom bobot di barchart yang tersedia. Bobot yang didapat
dibagi dengan durasi pekerjaan/kegiatan sehingga didapat bobot biaya untuk
setiap periodenya.
3. Menjumlahkan
o/o Bobot Biaya Pekeriaan pada Setiap Lajur Waktu
Berikutnya adalah menjumlahkan bobot
biaya sesuai dengan kolom lajur waktu dan hasilnya ditempatkan pada bagian
bobot biaya di bagian bawah barchart.
4. Membuat Kumulatif dari o/o Bobot
Biaya Pekerjaan pada Lalur o/o Kumulatif Bobot Biaya
Bobot biaya dikumulatifkan untuk mengetahui
progress .Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui progres biaya proyek yang
nantinya akan digunakan untuk Arus Kas
Rencana proyek.
5.Membuat Kurva
S Berdasarkan o/o Kumulatif Bobot Biaya
Langkah terakhir adalah membuat Kutva
S dengan mengacu pada kumulatif bobot sebagai absis dan periode/waktu sebagai
ordinat.
C.
Arus
Kas
Arus kas akan
menjelaskan keluar masuknya uang selama pelaksanaan proyek konsntruksi dan juga
sebagai alat memperkirakan kondisi keuangan pada masa mendatang. Arus uang yang
masuk dan keluar menandakan adanya suatu kegiatan yang harus diupayakan keseimbangannya.
Bila salah satu berhenti, maka kegiatan proyek juga akan berhenti, atau bisa
saia berhenti sementara, baik disengaja ataupun tidak disengaja, selagi masih
pada batas kemampuan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
Misalnya, tertundanya uang masuk, apabila masih dapat diatasi rnaka tidak akan
mengganggu jalannya kegiatan. Namun, arus kas harus selalu diupayakan
sedemikian rupa agar kondisi keuangan tidak merugi atau defisit.
Dalam membuat arus kas diketahui
unsur utama yang terbagi menjadi dua bagian :
1. jadwal penerimaan
2. jadwal pengeluaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar