Selasa, 15 Oktober 2019

BAB 3 "ORGANISASI PROYEK KONSTRUKSI"


MANAJEMEN KONSRUKSI
Ir. Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.

ORGANISASI PROYEK KONSTRUKSI         
            Pada Blog ini akan dibahas mengenai organisasi yang berlaku di proyek konstruksi. Untuk itu dibahas terlebih dulu mengenai tahapan proyek konstruksi yang akan melibatkan unsur-unsur yarg terkait dalam pelaksanaan konstruksi. Setelah membaca blog ini,diharapkan mampu:
1. Menjelaskan tahapan-tahapan pada proyek konstruksi
2.Menyebutkan bentuk-bentuk organisasi dalam proyek konstruksi
3.Menerangkan hubungan kerja antara pihak-pihak terkait dalam proyek konstruksi

A.Tahapan Proyek Konstruksi
            Proyek adalah suatu kegiatan sementara yang memiliki tujuan dan sasaran yang jelas, berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu. Proyek konstruksi merupakan proyek yang berkaitan dengan pembangunan suatu bangunan dan infrastruktur yang umumnya mencakup pekerjaan pokok yang termasuk dalam bidang teknik sipil dan ersitektur. Selain itu, juga melibatkan bidang ilmu lainya, seperti teknik industri, mesin , elekltro, geoteknik, lanskap.
Tahapan dalam proyek Konstruksi dibagi menjadi beberapa tahap.
1.   Tahap Konseptual atau Tahap Kelayakan, Tahap ini merupakan tahap awal bagi pemilik proyek atau pemberi tugas.
2.   Tahap perencanaa dan Desain, Tahap ini merupakan tahap kedua, tahap ini sudah melibatkan beberapa konsultan untuk membuat perencanaan bagi keberlanjutan proyek.
3.   Tahap Produksi/Pelaksanaan/konstruksi, Tahap ini merupakan tahap ketiga, yaitu tahap pembangunan atau implementasi proyek konstruksi yang sudah melibatkan pelaksana atau kontraktor.
4.   Tahap Serah Terima/Operasional, Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam proyek konstruksi setelah pelaksanaan pembangunan terjadi

B.Tipe-Tipe Organisasi dalam Proyek Konstruksi
            Organisasi diartikan sebagai tindakan guna mempersatukan dan mengatur sumbe-sumber daya yang mencakup tenaga kerja serta material yang terbentuk dalam kumpulan kegiatan manusia yang memiliki tugas masing-masing, dan saling berhubungan satu sama rain. Semakin banyak individu atau kelompok yang terlibat, maka makin kompleks bentuk organisasi yang terbentuk.
Bentuk-bentuk organisasi proyek pada umumnya menurut PMBOK adalah sebagai berikut.
1. Organisasi Fungsional.
2. Organisasi proyek Murni.
3. Organisasi Matrik.

C. Hubungan Kerja dalam Proyek Konstruksi
            Hubungan kerja dalam proyek konstruksi merupakan pengaitan antara siklus atau tahapan proyek dengan orang-orang atau instansi yang terlibat dalam proyek konstruksi. Orang-orang atau instansi yang terlibat disebut dengan Pemangku Kepentingan Proyek atau Stake Holders Proyek.
l. Jasa Ahli Konstruksi
            Pada masa-masa awal, pemilik atau pemberi tugas menyampaikan keinginan untuk membangun suatu proyek kepada kontraktor sebagai pemberi jasa yang bertugas mewujudkan gagasarr pemilik. Hubungan antara pemilik dan kontraktor dituangkan dalam suatu bentuk kontrak di mana pemilik membayarkan sejumlah uang kepada kontraktor yang membrikar) jasa pembangunan proyek.
2. Jasa Konsultan Perencana
            Konsultan Perencana diharapkan menghasilkan perencanaan rancangan bangunan dan estimasi biaya yang akurat dan tepercaya. Biaya yang dibutuhkan untuk konsultan perencana pada umumnya adalah sekitar l,60/o - 7o/o dari biaya total proyek. Lebih lanjut, Konsultan Perencana juga ditugasi untuk melakukan pengawasan jalannya pelaksanaan konstruksi.
3. jasa Konsultan Pengawas
            Kegiatan Konsultan Pengawas pada tahap pelaksanaan konstruksi dan tidak dilibatkan dalam proses perencanaan serta dituntut pula agar dapat memberikan masukan kepada pemilik apabila terjadi perubahan-perubahan ataupun penyimpangan pelaksanaan. Biaya tambahan yang dibutuhkan untuk membayar konsultan pengawas bagi proyek-proyek pemerintah biasanya dianggarkan lo/o - 4o/o dari pembiayaan total.
4. Jasa Konsultan Manajemen Konstruksi
            Tugas konsultas manajemen konstruksi adalah selaku pengendali dan coordinator dalam keseluruhan system produksi konstruksi, mulai dari tahap persiapan perencana hingga pelaksanaan konstruksi berakhir.
5. Jasa konsultan value engineering (VE)
            Kegiatan VE dapat dilakukan oleh konsultan bersama- sama dengan kontraktor untuk mencari peluang kemungkinan penghematan biaya, karena kontraktor memiliki pengalaman luas serta menguasai aspek-aspek metode pelaksanaan yang tepat dan marnpu mengenal bagian-bagian perencanaan yang dapat ditinjau ulang untuk upaya penghematan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METDE SCHEDULE PROYEK DAN TIME SCHEDULE

1. Metode Schedule Proyek a. Definis Secara umum setiap proyek pasti membutuhkan suatu penjadwalan atau schedule dalam tahapan phase peren...