MANAJEMEN
KONSRUKSI
Ir.
Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.
ORGANISASI
PROYEK KONSTRUKSI
Pada Blog ini akan dibahas mengenai
organisasi yang berlaku di proyek konstruksi. Untuk itu dibahas terlebih dulu
mengenai tahapan proyek konstruksi yang akan melibatkan unsur-unsur yarg terkait
dalam pelaksanaan konstruksi. Setelah membaca blog ini,diharapkan mampu:
1. Menjelaskan tahapan-tahapan pada
proyek konstruksi
2.Menyebutkan bentuk-bentuk organisasi
dalam proyek konstruksi
3.Menerangkan hubungan kerja antara
pihak-pihak terkait dalam proyek konstruksi
A.Tahapan
Proyek Konstruksi
Proyek adalah suatu kegiatan
sementara yang memiliki tujuan dan sasaran yang jelas, berlangsung dalam jangka
waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu. Proyek konstruksi
merupakan proyek yang berkaitan dengan pembangunan suatu bangunan dan
infrastruktur yang umumnya mencakup pekerjaan pokok yang termasuk dalam bidang
teknik sipil dan ersitektur. Selain itu, juga melibatkan bidang ilmu lainya,
seperti teknik industri, mesin , elekltro, geoteknik, lanskap.
Tahapan dalam proyek Konstruksi dibagi
menjadi beberapa tahap.
1. Tahap
Konseptual atau Tahap Kelayakan, Tahap ini merupakan tahap awal bagi pemilik
proyek atau pemberi tugas.
2. Tahap
perencanaa dan Desain, Tahap ini merupakan tahap kedua, tahap ini sudah
melibatkan beberapa konsultan untuk membuat perencanaan bagi keberlanjutan
proyek.
3. Tahap
Produksi/Pelaksanaan/konstruksi, Tahap ini merupakan tahap ketiga, yaitu tahap
pembangunan atau implementasi proyek konstruksi yang sudah melibatkan pelaksana
atau kontraktor.
4. Tahap
Serah Terima/Operasional, Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam proyek
konstruksi setelah pelaksanaan pembangunan terjadi
B.Tipe-Tipe
Organisasi dalam Proyek Konstruksi
Organisasi diartikan sebagai tindakan
guna mempersatukan dan mengatur sumbe-sumber daya yang mencakup tenaga kerja
serta material yang terbentuk dalam kumpulan kegiatan manusia yang memiliki
tugas masing-masing, dan saling berhubungan satu sama rain. Semakin banyak
individu atau kelompok yang terlibat, maka makin kompleks bentuk organisasi
yang terbentuk.
Bentuk-bentuk organisasi proyek pada
umumnya menurut PMBOK adalah sebagai berikut.
1. Organisasi Fungsional.
2. Organisasi proyek Murni.
3. Organisasi Matrik.
C.
Hubungan Kerja dalam Proyek Konstruksi
Hubungan kerja dalam proyek
konstruksi merupakan pengaitan antara siklus atau tahapan proyek dengan
orang-orang atau instansi yang terlibat dalam proyek konstruksi. Orang-orang
atau instansi yang terlibat disebut dengan Pemangku Kepentingan Proyek atau
Stake Holders Proyek.
l. Jasa Ahli Konstruksi
Pada masa-masa awal, pemilik atau
pemberi tugas menyampaikan keinginan untuk membangun suatu proyek kepada
kontraktor sebagai pemberi jasa yang bertugas mewujudkan gagasarr pemilik.
Hubungan antara pemilik dan kontraktor dituangkan dalam suatu bentuk kontrak di
mana pemilik membayarkan sejumlah uang kepada kontraktor yang membrikar) jasa
pembangunan proyek.
2. Jasa Konsultan Perencana
Konsultan Perencana diharapkan
menghasilkan perencanaan rancangan bangunan dan estimasi biaya yang akurat dan
tepercaya. Biaya yang dibutuhkan untuk konsultan perencana pada umumnya adalah
sekitar l,60/o - 7o/o dari biaya total proyek. Lebih lanjut, Konsultan
Perencana juga ditugasi untuk melakukan pengawasan jalannya pelaksanaan konstruksi.
3. jasa Konsultan Pengawas
Kegiatan Konsultan Pengawas pada tahap
pelaksanaan konstruksi dan tidak dilibatkan dalam proses perencanaan serta
dituntut pula agar dapat memberikan masukan kepada pemilik apabila terjadi
perubahan-perubahan ataupun penyimpangan pelaksanaan. Biaya tambahan yang
dibutuhkan untuk membayar konsultan pengawas bagi proyek-proyek pemerintah
biasanya dianggarkan lo/o - 4o/o dari pembiayaan total.
4. Jasa Konsultan Manajemen Konstruksi
Tugas konsultas manajemen konstruksi
adalah selaku pengendali dan coordinator dalam keseluruhan system produksi
konstruksi, mulai dari tahap persiapan perencana hingga pelaksanaan konstruksi
berakhir.
5. Jasa konsultan value engineering (VE)
Kegiatan VE dapat dilakukan oleh
konsultan bersama- sama dengan kontraktor untuk mencari peluang kemungkinan
penghematan biaya, karena kontraktor memiliki pengalaman luas serta menguasai
aspek-aspek metode pelaksanaan yang tepat dan marnpu mengenal bagian-bagian
perencanaan yang dapat ditinjau ulang untuk upaya penghematan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar