Selasa, 15 Oktober 2019

BAB 1 PENDAHULUAN


STUDI KASUS

MANAJEMEN KONSRUKSI
Ir. Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.

PENDAHULUAN
             Blog ini berisi pengenalan awal dunia industri konstruksi. Setelah membaca bab ini, mahasiswa diharapkan marnpu:
l. menjelaskan mengenai industri konstmksi.
2. menyebutkan ldasifikasi industri konstruksi
3. menjelaskan manajemen dalam industri konstnrksi.
A. lndustri Konstruksi
            Konstruksi dan kemampuan untuk membangun sesuatu adalah salah satu keterampilan teltua dari manusia. Pada zarnan prasejarah, keterampilan membangunlah yang membedakan Homo sapiens dari spesies lain. Manusia berjuang untuk hidup dan berlindung dari lingkungan yang membahayakan dengan membangun tempat tinggal dari berbagai material yang ada pada saat itu, seperli tanah, batu, kayrr, dan lmlit binatang. Pada masa sekarang ini, industri konstmksi merupakan suatu industri ekonomi nasional yang berhubungan dengan persiapan Iahan dan pembangunan, percepatan, dan perbaikan bangunan, struktur, dan properti lain. Atas dasar itu, industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling berkembang di seluruh dunia. Pertumbuhan industri konstmksi sejalan dengan pertumbuhan di suatu Negara. Secara luas, proyek-proyek konstriuksi diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bagian : konstruksi gedung, konstruksi teknik, dan konstruksi industri.
·      Konstruksi Gedung
Konstruksi gedung biasanya direncanakan oleh arsitek dan teknik sipil, sementara material yang dibutuhkan lebih ditekankan pada aspek-aspek arsitektural.
·      Konstruksi Teknik
Konstruksi pada kategori ini melibatkan struktur yang direncanakan dan didesain secara khusus oleh para ahli dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan infrastr-uktur. Jenis konstruksi ini dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu konstruksi jalan dan konstr-urksi berat.
a.       Konstruksi Jalan Proyek ini meliputi penggalian, pengurugan, perkerasan jalan, dan konstruksi jembatan serta strrrktur drainase. Konstruksi jalan biasanya direncanakan oleh deparlemen pekerjaan umum setempat dan berbeda dengan konstrrrksi bangunan dari segi aktivitas antara pemilik, perencana, dan kontraktor.
b.      Konstruksi Berat Yang temasuk dalam konstruksi ini adalah proyek-proyek utilitas suatu negara, bendungan, pemipaan, transporlasi selain jalan raya, transportasi air, dan transporlasi udara. Konstruksi ini dibiayai oleh pemerintah atau keria sama pemerintah-swasta.
·         Konstruksi lndustri
 Konstruksi ini biasanya melibatkan proyek-proyek teknik tingkat tinggi dalam manufaktur dan proses produksi. Dalam bcbcrapa kasus, kontraktor dan arsitek menjadi berada pada satu pemsahaan untuk mendesain dan melaksanakan pembangunan pabrik bagi pemilik/klien.

B. Manajemen, Penjadwalan, dan Pengendalian Biaya di lndustri Konstruksi
                  Ilmu dalam konstruksi dapat dibagi menjadi dua hal yang umum, yaitu: teknologi konstruksi dan manaiemen konstruksi.
Teknologi konstmksi berhubungan dengan metode atau teknik yang digunakan untuk menempatkan material fisik dan elemen-elemen konstruksi pada tempatnya di lapangan. Berlawanan dengan teknologi konstruksi, manajemen konstruksi mengacu pada bagaimana sumber daya tersedia bagi manajer sehingga dapat diaplikasikan dengan baik pada suatu proyek konstruksi. Biasanya, pada saat kita berbicara mengenai sumber daya untuk konstmksi, maka yang teringat adalah lima M, yaitu:
 1. Manpower (tenaga kerja)
 2. Machiners (alat dan peralatan)
 3. Material (bahan bangunan)
 4. Money (uang)
5. Method (metode).
      Manajemen melibatkan waktu dan pengaplikasian kelima sumber daya di atas untuk membangun suatu proyek konstuksi. Tugas seorang manajer pada suatu proyek konsturksi adalah memanfatkan sumber daya semaksimal mungkin dengan efektif dan efisien dalam kerangka perencanaan waktu, biaya, dan mutu untuk pencapaian tujuan pemilik proyek. Konsep dasar yang menjadi esensi suatu pembangunan proyek konstruksi adalah kemampuan manajer dalam menempatkan sumber daya manusia, peralatan, dan material dengan biaya terbatas, waktu yang telah ditentukan, dan mutu yang seslrai dengan perencanaan awal, Sehingga hal ini menjadi tantangan utama seorang manajer proyek konstruksi.
      Pekerjaan sebuah proyek konstruksi selalu dimulai dengan tiga hal, yaitu penyusunan perencanaan, penyusunan jadwal, dan pengendalian. lndustri konstruksi merupakan suatu industri ekonomi nasional yang berhubungan dengan persiapan lahan dan pembangunan, percepatan, dan perbaikan bangunan, struktur, dan properti lain. Atas dasar itu, industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling berkembang di seluruh dunia. Dunia konstruksi membagi atau mengklasifikasikan jenis konstruksi menjadi tiga bagian besar, yaitu: konstruksi gedung, konstruksi teknik, dan konstruksi manufaktur. Manajemen melibatkan waktu dan pengaplikasian lima sumber daya untuk membangun suatu proyek konstruksi. Banyak hal yang harus dipetimbangkan pada saat mengatur suatu proyek dan secara sukses mengaplikasikan kelima M. Keterlibatan perencanaan yang baik dari segi waktu, biaya, dan lingkup proyek mempakan hal penting dalam menyukseskan pembangunan suatu proyek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METDE SCHEDULE PROYEK DAN TIME SCHEDULE

1. Metode Schedule Proyek a. Definis Secara umum setiap proyek pasti membutuhkan suatu penjadwalan atau schedule dalam tahapan phase peren...