STUDI
KASUS
MANAJEMEN
KONSRUKSI
Ir.
Irika Widiasani, M.T. & Lenggogeni, M.T.
PENDAHULUAN
Blog ini berisi pengenalan awal dunia industri
konstruksi. Setelah membaca bab ini, mahasiswa diharapkan marnpu:
l.
menjelaskan mengenai industri konstmksi.
2.
menyebutkan ldasifikasi industri konstruksi
3.
menjelaskan manajemen dalam industri konstnrksi.
A.
lndustri Konstruksi
Konstruksi
dan kemampuan untuk membangun sesuatu adalah salah satu keterampilan teltua
dari manusia. Pada zarnan prasejarah, keterampilan membangunlah yang membedakan
Homo sapiens dari spesies lain. Manusia berjuang untuk hidup dan berlindung
dari lingkungan yang membahayakan dengan membangun tempat tinggal dari berbagai
material yang ada pada saat itu, seperli tanah, batu, kayrr, dan lmlit
binatang. Pada masa sekarang ini, industri konstmksi merupakan suatu industri
ekonomi nasional yang berhubungan dengan persiapan Iahan dan pembangunan,
percepatan, dan perbaikan bangunan, struktur, dan properti lain. Atas dasar
itu, industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling berkembang
di seluruh dunia. Pertumbuhan industri konstmksi sejalan dengan pertumbuhan di
suatu Negara. Secara luas, proyek-proyek konstriuksi diklasifikasikan menjadi 3
(tiga) bagian : konstruksi gedung, konstruksi teknik, dan konstruksi industri.
· Konstruksi
Gedung
Konstruksi gedung biasanya direncanakan
oleh arsitek dan teknik sipil, sementara material yang dibutuhkan lebih
ditekankan pada aspek-aspek arsitektural.
· Konstruksi
Teknik
Konstruksi pada kategori ini
melibatkan struktur yang direncanakan dan didesain secara khusus oleh para ahli
dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan
infrastr-uktur. Jenis konstruksi ini dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu
konstruksi jalan dan konstr-urksi berat.
a. Konstruksi
Jalan Proyek ini meliputi penggalian, pengurugan, perkerasan jalan, dan
konstruksi jembatan serta strrrktur drainase. Konstruksi jalan biasanya
direncanakan oleh deparlemen pekerjaan umum setempat dan berbeda dengan
konstrrrksi bangunan dari segi aktivitas antara pemilik, perencana, dan
kontraktor.
b. Konstruksi
Berat Yang temasuk dalam konstruksi ini adalah proyek-proyek utilitas suatu
negara, bendungan, pemipaan, transporlasi selain jalan raya, transportasi air, dan
transporlasi udara. Konstruksi ini dibiayai oleh pemerintah atau keria sama
pemerintah-swasta.
·
Konstruksi lndustri
Konstruksi ini biasanya melibatkan
proyek-proyek teknik tingkat tinggi dalam manufaktur dan proses produksi. Dalam
bcbcrapa kasus, kontraktor dan arsitek menjadi berada pada satu pemsahaan untuk
mendesain dan melaksanakan pembangunan pabrik bagi pemilik/klien.
B.
Manajemen, Penjadwalan, dan Pengendalian Biaya di lndustri Konstruksi
Ilmu
dalam konstruksi dapat dibagi menjadi dua hal yang umum, yaitu: teknologi
konstruksi dan manaiemen konstruksi.
Teknologi konstmksi berhubungan
dengan metode atau teknik yang digunakan untuk menempatkan material fisik dan
elemen-elemen konstruksi pada tempatnya di lapangan. Berlawanan dengan teknologi
konstruksi, manajemen konstruksi mengacu pada bagaimana sumber daya tersedia
bagi manajer sehingga dapat diaplikasikan dengan baik pada suatu proyek konstruksi.
Biasanya, pada saat kita berbicara mengenai sumber daya untuk konstmksi, maka
yang teringat adalah lima M, yaitu:
1. Manpower (tenaga kerja)
2. Machiners (alat dan peralatan)
3. Material (bahan bangunan)
4. Money (uang)
5. Method (metode).
Manajemen
melibatkan waktu dan pengaplikasian kelima sumber daya di atas untuk membangun
suatu proyek konstuksi. Tugas seorang manajer pada suatu proyek
konsturksi adalah memanfatkan sumber daya semaksimal mungkin dengan efektif dan
efisien dalam kerangka perencanaan waktu, biaya, dan mutu untuk pencapaian
tujuan pemilik proyek. Konsep dasar yang menjadi esensi suatu pembangunan
proyek konstruksi adalah kemampuan manajer dalam menempatkan sumber daya
manusia, peralatan, dan material dengan biaya terbatas, waktu yang telah
ditentukan, dan mutu yang seslrai dengan perencanaan awal, Sehingga hal ini
menjadi tantangan utama seorang manajer proyek konstruksi.
Pekerjaan
sebuah proyek konstruksi selalu dimulai dengan tiga hal, yaitu penyusunan
perencanaan, penyusunan jadwal, dan pengendalian. lndustri konstruksi merupakan
suatu industri ekonomi nasional yang berhubungan dengan persiapan lahan dan
pembangunan, percepatan, dan perbaikan bangunan, struktur, dan properti lain.
Atas dasar itu, industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling
berkembang di seluruh dunia. Dunia konstruksi membagi atau mengklasifikasikan
jenis konstruksi menjadi tiga bagian besar, yaitu: konstruksi gedung, konstruksi
teknik, dan konstruksi manufaktur. Manajemen melibatkan waktu dan
pengaplikasian lima sumber daya untuk membangun suatu proyek konstruksi. Banyak
hal yang harus dipetimbangkan pada saat mengatur suatu proyek dan secara sukses
mengaplikasikan kelima M. Keterlibatan perencanaan yang baik dari segi waktu,
biaya, dan lingkup proyek mempakan hal penting dalam menyukseskan pembangunan
suatu proyek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar